TINGKATKAN STANDAR KESELAMATAN DEMI WUJUDKAN BUDAYA KERJA AMAN DAN PELAYANAN BERMUTU, RSUD SOEKARNO BABEL GELAR IN HOUSE TRAINING KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (IHT K3RS)

1 Oktober 2026
3 Menit Baca
Detail
Detail
Detail
Detail
Detail
Detail
Detail
Detail

Merawang, BANGKA – Dalam upaya mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan kondusif bagi seluruh tenaga medis, pegawai, pengunjung dan pasien, serta mewujudkan pelayanan Kesehatan yang prima dan terpercaya, RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (RSUD Soekarno Babel) secara resmi menggelar kegiatan In House Training (IHT) Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) pada Kamis (01/10/2026).

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan selama dua hari, yakni pada Kamis dan Jumat, 1–2 Oktober 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Eko Maulana Ali, sejak pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB, melibatkan seluruh elemen pegawai yang ada di RSUD Soekarno Babel. 

Kegiatan diikuti secara bertahap oleh berbagai unsur pegawai rumah sakit, mulai dari tenaga medis (dokter umum dan perawat), penunjang medis (farmasi, lab patologi), hingga tenaga non-medis seperti bagian pelayanan, perencanaan, SDM, humas, petugas keamanan (security), kebersihan (CS), dapur, dan pengemudi (sopir).

Pelatihan yang diinisiasi oleh Bidang Pendidikan dan Penelitian (Diklit) RSUD Soekarno Babel ini mengangkat fokus utama pada pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta penanganan kebakaran dan bencana di lingkungan rumah sakit.

Mewakili Plt. Direktur RSUD Soekarno Babel, Wakil Direktur Pelayanan, H.M. Henri, SKM, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan IHT ini merupakan langkah konkrit manajemen untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapsiagaan seluruh staf dalam menerapkan standar K3RS secara konsisten.

"Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki risiko tinggi terhadap bahaya keselamatan dan kesehatan kerja, baik dari potensi paparan limbah medis maupun ancaman kebakaran. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan sangat penting agar seluruh pegawai memiliki kompetensi dan tanggap dalam menghadapi berbagai situasi darurat," jelasnya.

Rumah sakit merupakan tempat kerja dengan potensi risiko yang kompleks, mulai dari bahaya biologis, fisik, kimia, hingga ergonomi dan psikososial. Oleh karena itu, penguatan kompetensi K3 bagi seluruh staf menjadi langkah krusial. Melalui paparan materi dan diskusi interaktif dalam pelatihan ini, jajaran RSUD Soekarno Babel diajak untuk lebih peka terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja masing-masing.

Untuk memberikan materi yang komprehensif, RSUD Soekarno Babel menghadirkan narasumber yang pakar di bidangnya, yakni dari PT. Universal Eco Pasific, yang diwakili oleh Iftihal Muslim Rahman membawakan materi teknis mengenai Pengelolaan Limbah B3 secara aman, efisien, dan sesuai regulasi lingkungan hidup. Peserta juga dibekali praktik mengikat dan mengelola sampah hingga siap diangkut oleh tim sanitarian. 

Materi berikutnya, dari Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Satpol PP Babel), yang diwakili oleh Riyanto Adipurwo, SH memberikan pembekalan serta praktik penanganan Penanganan Kebakaran dan Bencana di lingkungan fasilitas kesehatan. Tidak lupa, peserta dibagi menjadi 2 kelompok dan mempraktikkan langsung memadamkan api yang dipandu oleh tim Damkar yakni Bayu Arifin dan Ade Saputra.

Melalui pelaksanaan pelatihan ini, RSUD Soekarno Babel berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terpadu dan menjaga keselamatan lingkungan fasilitas umum, serta sebagai bentuk penegasan komitmen RSUD Soekarno Babel dalam membangun lingkungan kerja yang tidak hanya responsif terhadap tindakan medis, tetapi juga proaktif dalam memitigasi serta mengelola risiko keselamatan di area rumah sakit.

Manajemen RSUD Soekarno Babel berharap, usainya kegiatan pelatihan ini dapat semakin memperkokoh profesionalisme para pegawai dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik, aman, dan berkualitas tinggi bagi masyarakat Bangka Belitung dan sekitarnya secara berkelanjutan.

penulis

Dewi Purwati

fotografer

Dewi Purwati

editor

Arbian Eka Putra