KENALI KUNING PADA BAYI

2 September 2026
4 Menit Baca
47 Views
KENALI KUNING PADA BAYI

1. Pendahuluan

Kuning pada bayi baru lahir atau ikterus neonatorum merupakan kondisi yang cukup sering ditemukan. Kondisi ini ditandai dengan perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kekuningan akibat meningkatnya kadar bilirubin dalam darah. Pada sebagian besar bayi, kuning bersifat fisiologis dan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat berbahaya sehingga perlu dikenali dan dipantau sejak dini.

Pengetahuan orang tua mengenai tanda-tanda kuning pada bayi sangat penting agar kondisi yang memerlukan pemeriksaan dapat segera ditangani. Orang tua juga perlu mengetahui cara merawat bayi, terutama memastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup dan mengikuti pemeriksaan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

2. Pengertian

Ikterus neonatorum adalah keadaan ketika kulit dan sklera (bagian putih mata) bayi tampak kuning karena kadar bilirubin dalam darah meningkat. Bilirubin merupakan zat berwarna kuning yang terbentuk dari proses pemecahan sel darah merah. Pada bayi baru lahir, fungsi hati masih belum sepenuhnya matang sehingga proses pengolahan dan pembuangan bilirubin dapat berlangsung lebih lambat.

Kuning biasanya mulai tampak pada wajah dan dapat menyebar ke dada, perut, lengan, dan tungkai jika kadar bilirubin semakin meningkat. Penilaian warna kulit saja tidak cukup untuk menentukan kadar bilirubin, sehingga bayi dengan kecurigaan ikterus perlu dinilai oleh tenaga kesehatan dan, bila diperlukan, diperiksa kadar bilirubinnya.

3. Penyebab dan Faktor Risiko

Beberapa penyebab atau faktor yang dapat berhubungan dengan terjadinya kuning pada bayi antara lain:

  • Hati bayi yang belum matang sehingga pembuangan bilirubin belum optimal.
  • Bayi lahir prematur.
  • Asupan ASI yang belum cukup pada hari-hari awal sehingga bayi berisiko mengalami kekurangan cairan dan buang air lebih sedikit.
  • Perbedaan golongan darah ibu dan bayi, misalnya ketidakcocokan ABO atau Rh, yang dapat meningkatkan pemecahan sel darah merah.
  • Memar atau perdarahan akibat proses persalinan.
  • Kondisi tertentu yang menyebabkan peningkatan pemecahan sel darah merah atau gangguan pemrosesan bilirubin.

4. Tanda-Tanda yang Perlu Dikenali

  • Kulit dan bagian putih mata tampak kekuningan.
  • Warna kuning dapat terlihat mulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.
  • Bayi tampak lebih mengantuk, kurang aktif, atau sulit dibangunkan.
  • Bayi sulit menyusu atau jumlah menyusunya berkurang.
  • Pada kondisi berat dapat ditemukan perubahan perilaku, tangisan bernada tinggi, tubuh kaku atau sangat lemas, dan gangguan gerakan.

5. Cara Mencegah dan Merawat

Tidak semua kasus kuning dapat dicegah karena sebagian merupakan proses normal pada masa awal kehidupan. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan memastikan kondisi bayi terpantau:

  • Berikan ASI sesering dan sesuai kebutuhan bayi. Pastikan pelekatan dan posisi menyusui baik.
  • Pantau kecukupan asupan bayi melalui frekuensi menyusu, buang air kecil, dan buang air besar sesuai perkembangan usia.
  • Lakukan pemeriksaan bayi baru lahir dan pemantauan bilirubin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  • Perhatikan perubahan warna kulit dan mata bayi dalam pencahayaan yang baik.
  • Jangan memberikan obat, jamu, atau suplemen tanpa anjuran dokter atau tenaga kesehatan.
  • Jika bayi membutuhkan terapi seperti fototerapi, ikuti petunjuk tenaga kesehatan dan jangan menghentikan terapi tanpa berkonsultasi.

6. Kapan Harus Segera Dibawa ke Fasilitas Kesehatan?

Bayi perlu segera diperiksa jika kuning muncul dalam 24 jam pertama setelah lahir, kuning semakin pekat atau menyebar ke seluruh tubuh, bayi sangat mengantuk atau sulit dibangunkan, tidak mau menyusu, tampak sangat lemas, mengalami kejang atau perubahan gerakan, bernapas tidak normal, atau orang tua merasa kondisi bayi memburuk.

Kadar bilirubin yang sangat tinggi dan tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf yang dikenal sebagai kernikterus. Karena itu, pemeriksaan dan penanganan dini sangat penting.

7. Kesimpulan

Kuning pada bayi merupakan kondisi yang umum, terutama pada bayi baru lahir, dan sebagian besar kasus dapat membaik dengan pemantauan yang tepat. Meskipun demikian, kuning yang muncul sangat dini, semakin berat, atau disertai bayi sulit menyusu, sangat mengantuk, lemas, atau mengalami gangguan lainnya harus segera diperiksakan. Pemberian ASI yang cukup, pemantauan kondisi bayi, serta pemeriksaan bilirubin bila diperlukan merupakan bagian penting dalam mencegah komplikasi.

Daftar Pustaka

  1. American Academy of Pediatrics. (2022). Clinical Practice Guideline Revision: Management of Hyperbilirubinemia in the Newborn Infant 35 or More Weeks of Gestation. Pediatrics, 150(3), e2022058859.
  2. Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Jaundice and Kernicterus. CDC.
  3. World Health Organization. (2022). WHO recommendations for care of the preterm or low-birth-weight infant. World Health Organization.

Penulis

Sepina, S.Kep., Ns.

ARTIKEL TERKAIT

Thumb

KENALI KUNING PADA BAYI

2 Sep 2026
Thumb

Pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada Bayi Baru Lahir

1 Sep 2026
Thumb

10+ Manfaat ASI untuk Bayi dan Ibu Emas Cair yang Tak Tergantikan

9 Jul 2026
Thumb

Latihan Gerak Sendi (Range of Motion ROM) Pasca Stroke untuk Meningkatkan Kemandirian Pasien

7 Jul 2026
Thumb

Pencegahan Hipertensi: Langkah Sederhana untuk Menjaga Tekanan Darah Tetap Normal

3 Jul 2026
Thumb

DETEKSI DINI DAN PENANGANAN STROKE MELALUI METODE SEGERA KE RS SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN MORBIDITAS DAN MORTALITAS

29 Jun 2026
Thumb

Tetap Bugar dan Bahagia: Tips Hidup Sehat untuk Lansia Selama di Rumah Sakit

17 Jun 2026
Thumb

CAMPAK DAN PENCEGAHAN SERTA PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

6 Apr 2026
Thumb

MANFAAT PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT

1 Apr 2026
Thumb

MANFAAT MASKER NON MEDIS (MASKER KAIN) BAGI MASYARAKAT

9 Mar 2026
Thumb

KENALI DAN WASPADA GEJALA ANEMIA PADA IBU HAMIL

31 Des 2022
Thumb

HIDUP SEHAT TANPA ROKOK

6 Jun 2022
Thumb

WASPADA VARIAN OMICRON COVID-19

23 Feb 2022
Thumb

Semarak HKN , Sehat Negriku Tumbuh Indonesiaku

15 Nov 2021
Thumb

Kenali Gejala Osteoporosis Sejak Dini

25 Okt 2021
Thumb

MELESTARIKAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN

18 Okt 2021
Thumb

Peregangan di Sela-Sela Waktu Kerja

18 Okt 2021
Thumb

TETAP JAGA KESEHATAN JANTUNG DI MASA PANDEMI COVID 19

1 Okt 2021
Thumb

MEMAHAMI SATURASI KRITIS PADA PASIEN COVID-19

1 Sep 2021
Thumb

TETAP TENANG ATASI KIPI SETELAH VAKSIN MODERNA

1 Sep 2021
Thumb

GIZI SEIMBANG SAAT PANDEMI

26 Jul 2021
Thumb

MENGENAL PROTOKOL KESEHATAN 5M UNTUK CEGAH COVID-19

12 Jul 2021
Thumb

Ibu Positif Covid 19 Tetap Bisa Menyusui

5 Jul 2021
Thumb

ANCAMAN NARKOBA DI TENGAH PANDEMI

21 Jun 2021
Thumb

WASPADAI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) BERSAMA 3M PLUS

15 Jun 2021
Thumb

UNTUK APA VAKSINASI COVID-19?

11 Jun 2021
Thumb

TIPS LANSIA SEHAT DI MASA PANDEMI COVID-19

9 Jun 2021
Thumb

AYO CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN BAIK DAN BENAR

8 Jun 2021
Thumb

KENALI ETIKA BATUK AGAR TIDAK MENULARKAN PENYAKIT

8 Jun 2021
Thumb

PROMOSI KESEHATAN MENUJU ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI ERA PANDEMI COVID-19

3 Jun 2021
Thumb

HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA, COMMIT TO QUIT

3 Jun 2021