UNTUK APA VAKSINASI COVID-19?

11 Juni 2021
4 Menit Baca
194 Views
UNTUK APA VAKSINASI COVID-19?

Hingga saat ini vaksinasi Covid-19 masih dilaksanakan dalam rangka upaya pemerintah untuk menangani pandemi yang sedang berlangsung. Segala upaya dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk meningkatkan cakupan vaksinasi bagi seluruh masyarakat. Pemberian vaksin Covid-19 adalah solusi yang dinilai paling efektif untuk mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.

Namun demikian, upaya pencegahan Covid-19 tetap harus disertai protokol kesehatan dan saat ini masyarakat harus menerapkan adaptasi kebiasaan baru di lingkungan masing-masing. Program vaksinasi Covid-19 ini perlu didukung semua pihak agar Indonesia segera pulih dari pandemi dan masyarakat dapat kembali produktif tanpa rasa takut akan penyebaran Covid-19. Program pemberian vaksinasi Covid-19 sedang berlangsung di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini sebagai upaya pemerintah dengan tujuan untuk menciptakan kekebalan kelompok di masyarakat.

Pemerintah membuat aturan pemberian vaksinasi sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) membuat kriteria penerima vaksin menjadi dua bagian yaitu inklusi dan eksklusi sebagai berikut:

Kriteria inklusi

  1. Dewasa sehat usia 18-59 tahun  
  2. Peserta menerima penjelasan dan menandatangani surat persetujuan setelah penjelasan (informed consent)
  3. Peserta menyetujui mengikuti aturan dan jadwal imunisasi

Kriteria Eksklusi

  1. Pernah terkonfirmasi dan terdiagnosis Covid-19.
  2. Mengalami penyakit ringan, sedang atau berat terutama penyakit infeksi dan/atau demam (suhu ≥37,5oC, diukur menggunakan infrared thermometer/thermal gun).
  3. Wanita hamil, menyusui atau berencana hamil selama periode imunisasi (berdasarkan wawancara dan hasil tes urine kehamilan).
  4. Memiliki riwayat alergi berat terhadap vaksin atau komposisi dalam vaksin dan reaksi alergi terhadap vaksin yang parah, seperti kemerahan, sesak napas dan bengkak.
  5. Riwayat penyakit pembekuan darah yang tidak terkontrol atau kelainan darah yang menjadi kontraindikasi injeksi intramuskular,
  6. Adanya kelainan atau penyakit kronis (penyakit gangguan jantung yang berat, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes, penyakit ginjal dan hati, tumor, dll) yang menurut penilaian petugas medis bisa mengganggu efek imunisasi sesuai keadaan kelayakan kondisi khusus (penyakit komorbid).
  7. Subjek yang memiliki penyakit gangguan sistem imun, seperti respons imun rendah (atau subjek yang pada 4 minggu terakhir sudah menerima terapi yang dapat mengganggu respons imun (misalnya immunoglobulin intravena, produk yang berasal dari darah atau terapi obat kortikosteroid jangka panjang (>2 minggu).
  8. Memiliki riwayat penyakit epilepsi/ayan atau penyakit gangguan saraf (penurunan fungsi sistem saraf) lainnya.
  9. Mendapat imunisasi apapun dalam waktu 1 bulan ke belakang atau akan menerima vaksin lain dalam waktu 1 bulan ke depan.
  10. Berencana pindah dari wilayah domisili sebelum jadwal imunisasi selesai.

Dari kriteria tersebut, Satgas Covid-19 mencatat sudah 136.778 orang di Provinsi Bangka Belitung ini yang sudah mendapat vaksinasi hingga Juni 2021 yang berlangsung selama 137 hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23.842 orang adalah tenaga kesehatan, 77.703 orang petugas pelayanan publik, 33.726 orang masyarakat lanjut usia, dan 1.507 orang masyarakat umum. Namun kepada yang sudah vaksin tetap harus menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Pada bulan Maret 2021, Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka masuk ke dalam 20 wilayah dengan capaian vaksinasi tertinggi se-Indonesia. Perolehan tersebut tidaklah mudah, mengingat masyarakat masih merasa takut untuk melakukan vaksinasi ditambah dengan pemberitaan miring mengenai vaksin tersebut. Disisi lain pemerintah telah menjamin keamanan dan kehalalan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat secara umum. Namun jika masih ragu, silahkan mencari informasi dari sumber terpercaya, berkonsultasi atau menanyakan kepada pihak terkait.

Harapan jika seseorang yang mendapatkan vaksin Covid-19 juga dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kelompok yang sangat berisiko, seperti lansia di atas 70 tahun. Hal ini karena kemungkinan orang yang sudah divaksin untuk menularkan virus Corona sangatlah kecil. Bila diberikan secara massal, vaksin Covid-19 juga mampu mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) dalam masyarakat.

Manfaat vaksin Covid-19 tidak hanya untuk sektor kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi dan sosial. Jika sebagian masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan penyakit Covid-19, kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali seperti sediakala.

 

Penulis     : Adiba Fajrina, SKM (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)

Referensi   :

  • Kemenkes.go.id
  • Covid19.go.id
  • Papdi.or.id
  • Promkes.kemenkes.go.id

Penulis

Adiba Fajrina, SKM (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)

ARTIKEL TERKAIT

Thumb

10+ Manfaat ASI untuk Bayi dan Ibu Emas Cair yang Tak Tergantikan

9 Jul 2026
Thumb

Latihan Gerak Sendi (Range of Motion ROM) Pasca Stroke untuk Meningkatkan Kemandirian Pasien

7 Jul 2026
Thumb

Pencegahan Hipertensi: Langkah Sederhana untuk Menjaga Tekanan Darah Tetap Normal

3 Jul 2026
Thumb

DETEKSI DINI DAN PENANGANAN STROKE MELALUI METODE SEGERA KE RS SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN MORBIDITAS DAN MORTALITAS

29 Jun 2026
Thumb

Tetap Bugar dan Bahagia: Tips Hidup Sehat untuk Lansia Selama di Rumah Sakit

17 Jun 2026
Thumb

CAMPAK DAN PENCEGAHAN SERTA PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

6 Apr 2026
Thumb

MANFAAT PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT

1 Apr 2026
Thumb

MANFAAT MASKER NON MEDIS (MASKER KAIN) BAGI MASYARAKAT

9 Mar 2026
Thumb

KENALI DAN WASPADA GEJALA ANEMIA PADA IBU HAMIL

31 Des 2022
Thumb

HIDUP SEHAT TANPA ROKOK

6 Jun 2022
Thumb

WASPADA VARIAN OMICRON COVID-19

23 Feb 2022
Thumb

Semarak HKN , Sehat Negriku Tumbuh Indonesiaku

15 Nov 2021
Thumb

Kenali Gejala Osteoporosis Sejak Dini

25 Okt 2021
Thumb

MELESTARIKAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN

18 Okt 2021
Thumb

Peregangan di Sela-Sela Waktu Kerja

18 Okt 2021
Thumb

TETAP JAGA KESEHATAN JANTUNG DI MASA PANDEMI COVID 19

1 Okt 2021
Thumb

MEMAHAMI SATURASI KRITIS PADA PASIEN COVID-19

1 Sep 2021
Thumb

TETAP TENANG ATASI KIPI SETELAH VAKSIN MODERNA

1 Sep 2021
Thumb

GIZI SEIMBANG SAAT PANDEMI

26 Jul 2021
Thumb

MENGENAL PROTOKOL KESEHATAN 5M UNTUK CEGAH COVID-19

12 Jul 2021
Thumb

Ibu Positif Covid 19 Tetap Bisa Menyusui

5 Jul 2021
Thumb

ANCAMAN NARKOBA DI TENGAH PANDEMI

21 Jun 2021
Thumb

WASPADAI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) BERSAMA 3M PLUS

15 Jun 2021
Thumb

UNTUK APA VAKSINASI COVID-19?

11 Jun 2021
Thumb

TIPS LANSIA SEHAT DI MASA PANDEMI COVID-19

9 Jun 2021
Thumb

AYO CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN BAIK DAN BENAR

8 Jun 2021
Thumb

KENALI ETIKA BATUK AGAR TIDAK MENULARKAN PENYAKIT

8 Jun 2021
Thumb

PROMOSI KESEHATAN MENUJU ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI ERA PANDEMI COVID-19

3 Jun 2021
Thumb

HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA, COMMIT TO QUIT

3 Jun 2021