Kanker merupakan penyakit yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga mempengaruhi kondisi psikologis pasien. Salah satu masalah yang sering dialami selama menjalani radioterapi adalah kecemasan. Kekhawatiran terhadap prosedur pengobatan, efek samping radiasi, dan hasil pengobatan dapat menimbulkan rasa takut serta ketidaknyamanan.
Dukungan keluarga melalui perhatian, informasi, pendampingan, dan bantuan seharihari menjadi bagian penting dalam membantu pasien menghadapi proses pengobatan dan meningkatkan kesiapan psikologis dalam menjalani perawatan.
Hasil penelitian yang dilakukan di Instalasi Radioterapi RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno pada Maret–April 2026 menunjukkan bahwa edukasi dukungan keluarga menggunakan ebooklet diikuti penurunan skor kecemasan yang bermakna secara statistik. Media edukasi digital ini berpotensi menjadi salah satu pendukung pelayanan keperawatan yang berorientasi pada pasien dan keluarga.
Keluarga yang memahami kebutuhan pasien dapat menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan pengobatan kanker. Melalui edukasi yang tepat, komunikasi yang baik, dan pendampingan berkelanjutan, pasien diharapkan dapat menjalani radioterapi dengan lebih siap dan memperoleh dukungan psikologis yang memadai
Pendahuluan
Kanker merupakan penyakit yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan psikologis pasien. Salah satu masalah yang sering dialami pasien kanker selama menjalani radioterapi adalah kecemasan. Kekhawatiran terhadap prosedur pengobatan, efek samping, dan hasil terapi dapat menimbulkan rasa takut serta ketidaknyamanan selama proses perawatan.
Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menghadapi kondisi tersebut. Kehadiran keluarga, perhatian, pendampingan, dan pemberian informasi yang tepat dapat membantu pasien merasa lebih tenang dan siap menjalani pengobatan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman keluarga adalah melalui edukasi menggunakan ebooklet, yaitu media edukasi digital yang dapat diakses melalui telepon pintar.
Apa Itu Kecemasan pada Pasien Kanker?
Kecemasan merupakan respons emosional berupa rasa takut, khawatir, atau gelisah ketika seseorang menghadapi situasi yang dianggap mengancam atau tidak pasti. Pada pasien kanker, kecemasan dapat muncul akibat diagnosis penyakit, proses radioterapi, kemungkinan efek samping, maupun kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan di masa mendatang. Kecemasan dapat ditandai dengan sulit tidur, jantung berdebar, ketegangan otot, sulit berkonsentrasi, dan perasaan gelisah. Apabila tidak ditangani dengan baik, kecemasan dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup pasien selama menjalani pengobatan.
Mengapa Dukungan Keluarga Penting?
Keluarga merupakan sumber dukungan terdekat bagi pasien selama menjalani pengobatan kanker. Dukungan yang tepat dapat membantu pasien merasa lebih aman, dihargai, dan tidak menghadapi penyakitnya seorang diri. Dukungan keluarga dapat diberikan melalui beberapa cara, antara lain:
- Dukungan emosional, dengan mendengarkan keluhan, memberikan perhatian, dan menyemangati pasien.
- Dukungan informasi, dengan membantu pasien memahami prosedur radioterapi berdasarkan penjelasan tenaga kesehatan.
- Dukungan instrumental, dengan mengantar pasien berobat, mendampingi selama pengobatan, dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Dukungan penghargaan, dengan menghargai usaha pasien dan memberikan dorongan positif selama menjalani terapi.
Dukungan tersebut dapat membantu pasien menghadapi kecemasan dan meningkatkan kesiapan psikologis selama proses pengobatan.
Apa Manfaat Edukasi Menggunakan E-Booklet?
E-booklet merupakan media edukasi digital yang berisi informasi kesehatan dalam bentuk tulisan dan ilustrasi. Media ini dapat diakses melalui telepon pintar sehingga pasien dan keluarga dapat membaca kembali materi edukasi sesuai kebutuhan. Edukasi dukungan keluarga menggunakan e-booklet bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai radioterapi, respons psikologis pasien, bentuk dukungan yang dapat diberikan, serta cara membantu pasien mengelola kecemasan. Melalui edukasi ini, keluarga diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam mendampingi pasien dan memberikan dukungan yang sesuai selama menjalani pengobatan.
Hasil Penelitian di Instalasi Radioterapi RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno
Penelitian yang dilakukan pada Maret–April 2026 di Instalasi Radioterapi RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno melibatkan 28 pasien kanker yang menjalani radioterapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi dukungan keluarga menggunakan e-booklet terhadap tingkat kecemasan pasien. Pengukuran kecemasan dilakukan sebelum edukasi dan satu minggu setelah intervensi menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan pasien mengalami penurunan setelah diberikan edukasi.
- Sebelum edukasi: rata-rata skor kecemasan 18,89.
- Setelah edukasi: rata-rata skor kecemasan 11,04.
- Penurunan rata-rata: 7,86 poin.
Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara skor kecemasan sebelum dan sesudah edukasi (p kurang dari 0,001).
Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi dukungan keluarga menggunakan e-booklet berpotensi menjadi salah satu pendekatan edukasi keperawatan untuk membantu mengurangi kecemasan pasien kanker yang menjalani radioterapi. Namun, karena penelitian menggunakan desain satu kelompok tanpa kelompok pembanding, hasil tersebut belum dapat memastikan bahwa penurunan kecemasan sepenuhnya disebabkan oleh intervensi edukasi.
Apa yang Dapat Dilakukan Keluarga untuk Membantu Pasien?
Keluarga dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk membantu pasien merasa lebih nyaman selama menjalani radioterapi, yaitu:
1. Mendengarkan keluhan dan memberikan kesempatan kepada pasien untuk mengungkapkan perasaannya.
2. Memberikan semangat dan menghindari perkataan yang dapat menambah ketakutan pasien.
3. Mendampingi pasien selama proses pengobatan sesuai kebutuhan.
4. Membantu pasien memahami informasi mengenai radioterapi berdasarkan penjelasan tenaga kesehatan.
5. Membaca kembali materi edukasi dalam e-booklet bersama pasien.
6. Berkonsultasi dengan perawat atau dokter apabila kecemasan menetap atau mulai mengganggu aktivitas dan istirahat pasien.
Keluarga juga perlu memahami bahwa setiap pasien memiliki respons yang berbeda terhadap penyakit dan pengobatan. Oleh karena itu, dukungan hendaknya diberikan dengan penuh empati, kesabaran, dan penghargaan terhadap kebutuhan pasien.
Peran Perawat dalam Mendukung Pasien Kanker
Perawat berperan penting dalam memberikan edukasi kesehatan, melakukan pengkajian kondisi psikologis, serta membantu pasien dan keluarga menghadapi proses pengobatan. Komunikasi terapeutik dan edukasi yang mudah dipahami dapat meningkatkan keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien. Penggunaan e-booklet dapat menjadi salah satu alternatif media edukasi untuk melengkapi pelayanan keperawatan. Meskipun demikian, pasien yang mengalami kecemasan berat atau berkepanjangan tetap memerlukan pengkajian lebih lanjut dan dukungan profesional sesuai kebutuhannya.
Kesimpulan
Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang dapat dialami pasien kanker selama menjalani radioterapi. Dukungan keluarga melalui perhatian, pendampingan, pemberian informasi, dan bantuan sehari-hari menjadi bagian penting dalam membantu pasien menghadapi pengobatan.
Hasil penelitian di Instalasi Radioterapi RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno menunjukkan bahwa edukasi dukungan keluarga menggunakan e-booklet diikuti penurunan skor kecemasan yang bermakna secara statistik. Media ini berpotensi mendukung edukasi keperawatan dan meningkatkan keterlibatan keluarga selama proses perawatan.
Keluarga yang memahami kebutuhan pasien dapat menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan pengobatan kanker. Melalui edukasi yang tepat, komunikasi yang baik, dan pendampingan berkelanjutan, pasien diharapkan dapat menjalani radioterapi dengan lebih siap dan memperoleh dukungan psikologis yang memadai.
Referensi
Pauziah, & Pujiyanto, T. I. (2026). The Effect of E-Booklet-Based Family Support Education on Anxiety During Radiotherapy. NERS Jurnal Keperawatan, 22(2), 253–261. https://doi.org/10.25077/njk.v22i2.518
Penulis
Pauziah, AMK