Artikel

HIDUP SEHAT TANPA ROKOK

Hari tanpa tembakau sedunia yang diperingati beberapa hari lalu pada setiap tanggal 31 Mei, merupakan bentuk kepedulian kita dalam memerangi epidemi tembakau yang membunuh hingga setengah penggunanya.

Tembakau dan segala jenis rokok termasuk rokok konvensional dan rokok elektronik sangat berbahaya bagi tubuh.

Merokok pun tidak hanya mengancam kesehatan diri sendiri, tapi juga kesehatan keluarga, teman, dan orang sekitar. Kebiasaan merokok tidak hanya merupakan masalah orang dewasa tapi juga di kalangan anak-anak dan remaja. Itu terbukti dari meningkatnya prevalensi merokok di populasi usia 10-18 tahun.

Adapun tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2022 adalah ‘Lindungi Lingkungan’, menyoroti bahwa sepanjang siklus hidupnya, tembakau mencemari planet ini dan merusak kesehatan semua orang. Puntung rokok yang dibuang pun merupakan sumber polusi plastik pertama di dunia, sedangkan penggunaan pestisida untuk menanam tembakau serta penggundulan hutan dan penggunaan air dalam jumlah besar untuk menanam tembakau, merusak ekosistem dan mengurangi ketahanan iklim.Tak hanya itu, perusahaan tembakau juga menyumbangkan 84 megaton karbondioksida yang setara dengan gas rumah kaca.

Rokok adalah racun. Dalam rokok mengandung 4000 zat, dan 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama rokok  yaitu TAR, nikotin, dan karbonmonoksida. Berbagai racun lainnya antara lain : asam asetik, sodium hidroksida, naptalin, formalin, asentanisol, hidrogen sianida, geramol, aseton, tuluene, kadium, metanol,hidrasin, urea dan lain-lain.

Berbagai bukti ilmiah menyatakan bahwa perilaku merokok merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan kesakitan dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular seperti : penyakit jantung coroner, hipertensi, stroke, gangguan pernapasan dan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Selain dari berbagai penyakit tidak menular tersebut masih banyak lagi akibat yang ditimbulkan dari asap rokok bagi perokok dan orang sekitarnya yang tidak merokok yang disebut dengan perokok pasif.

Hidup sehat tanpa rokok tercipta bukan hanya dari perokok itu sendiri, tetapi juga faktor lingkungan memiliki andil besar untuk menciptakan hidup sehat tanpa rokok. Kebiasaan untuk merokok memang sangat sulit untuk dihentikan, apalagi bagi orang yang sudah menjadi pecandu rokok. Akan tetapi dengan kemauan yang kuat serta adanya dukungan dari keluarga dan teman, tentu saja bisa melepaskan candu rokok.

Para perokok patut mencoba beberapa tips untuk mengatasi perilaku saat ingin merokok antara lain :

  1. Jika anda ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang seperti pensil, tusuk  gigi ataupun rokok bekas.
  2. Jika anda rindu menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan anda dan buanglah korek api.
  3. Jika anda biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan dan gosok gigi atau pergilah berjalan- jalan.
  4. Jika anda biasa merokok sambil minum kopi, minumlah jus buah sebagai gantinya.

Adapun Beberapa Tips Untuk Berhenti Rokok antara lain :

  1. Bulatkan tekad
  2. Berhenti Merokok Seketika (Total)
  3. Kenali waktu dan situasi dimana anda paling sering merokok
  4. Tunda waktu merokok anda
  5. Berolahraga secara teratur
  6. Mintalah dukungan keluarga dan kerabat
  7. Konsultasikan dengan dokter

Jika kita benar-benar telah menjalani hidup sehat tanpa rokok, tentunya akan banyak sekali manfaat yang akan kita dapat rasakan antara lain :

  • Mulai dari 20 menit pertama berhenti merokok, maka tekanan darah, denyut jantung dan aliran darah tepi membaik
  • 2 Jam kemudian hampir semua nikotin dalam tubuh sudah di metabolisme. Tingkat CO di dalam darah kembali normal.
  • 24-48 jam selanjutnya Nikotin mulai tereliminasi dari tubuh. Fungsi pengecap dan penciuman mulai membaik serta sistem kardiovaskular meningkat baik.
  • 5 hari kemudian Sebagian besar metabolit nikotin dalam tubuh sudah hilang. Fungsi perasa/pengecap dan pembau jauh lebih membaik. Sistem kardiovaskular terus meningkat baik.
  • 2 s/d 6 minggu maka risiko infeksi pada luka setelah pembedahan berkurang secara bermakna. Fungsi silia saluran napas dan fungsi paru membaik. Napas pendek dan batuk-batuk berkurang.
  • 1 tahun kemudian risiko penyakit jantung coroner menurun setengahnya dibandingkan orang yang tetap merokok.
  • Setelah 5 tahun maka risiko stroke menurun pada level yang sama seperti orang tidak pernah merokok.
  • Setelah 10 tahun semua penyebab mortalitas dan risiko penyakit jantung coroner menurun pada level yang sama seperti orang yang tidak pernah merokok. Nikotin mulai tereliminasi dari tubuh. Fungsi pengecap dan penciuman mulai membaik. Sistem kardiovaskular meningkat baik

Merokok merenggut hak orang lain seperti anak, istri, keluarga, teman, untuk mendapatkan udara segar dan untuk hidup sehat tanpa rokok. Masyarakat berhak menegur jika ada yang merokok di kawasan tanpa rokok.

Jadi bagi orang yang merokok segeralah berhenti merokok agar tidak merugikan banyak orang dan tanpa rokok akan lebih sehat !!

Penulis: 
Ais Moris, S.Kep
Sumber: 
Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes RI

Artikel

Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes RI
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
• Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes RI - https://tirto.id/gldo
Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes RI, https://www.kompas.com/tren/read/2021
Panduan Cuci Tangan Pakai Sabun Kementerian Kesehatan RI
01/09/2021 | Ais Moris, S.Kep (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)
12/07/2021 | Rudi Hidayat, S.Kep (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)
01/09/2021 | Rudi Hidayat, S.Kep (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)
03/06/2021 | Rudi Hidayat, S.Kep (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)
18/10/2021 | Adiba Fajrina (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)