Artikel

MELESTARIKAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN

Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan merupakan bagian dari tipe virus Corona. Virus ini bisa menular jika kita kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau dengan cairan yang dikeluarkannya pada saat batuk dan bersin. Hampir genap 2 tahun Indonesia dilanda pandemi Covid-19, WHO serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC pun mengeluarkan himbauan mengenai hal yang harus dilakukan dalam mencegah penyebaran virus corona tersebut.

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun. Tujuan mencuci tangan adalah agar tangan menjadi bersih dan memutus mata rantai kuman. Sehingga dapat melindungi diri sendiri dan keluarga dari virus Covid-19. Mencuci tangan sesering mungkin dengan cara yang tepat (setidaknya selama 40 detik) adalah salah satu langkah paling penting untuk mencegah infeksi Covid-19. Cuci tangan Pakai Sabun (CTPS) jauh lebih efektif membunuh kuman, bakteri, dan virus dibandingkan dengan mencuci tangan tanpa menggunakan sabun. Hal ini dilakukan karena tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (melalui permukan benda-benda yang disentuh).

Tangan sebagai sarana perpindahan patogen dari satu orang ke orang lain. Pada saat tangan tersebut bersentuhan dengan kotoran manusia dan binatang ataupun cairan tubuh lain (keringat dan atau ingus) serta makanan dan minuman, maka dapat memindahkan bakteri, virus, dan parasit bagi orang lain karena sudah terkontaminasi. Sehingga tangan yang tidak dicuci dengan sabun tersebut selanjutnya menjadi perantara dalam penularan penyakit. 

Kurangnya edukasi mengenai pentingnya mencuci tangan bagi kesehatan dan tidak adanya fasilitas kebersihan tangan yang memadai  sampai sulitnya akses ke sumber air bersih diduga sebagai faktor eksternal yang menghambat masyarakat untuk mulai membiasakan diri mencuci tangan dengan baik dan benar. Adapun tujuan mengedukasi masyarakat tentang mencuci tangan menurut WHO antara lain untuk melindungi diri dari berbagai macam infeksi dan penyakit berbahaya, serta mencegah penyebaran bakteri dan virus ke orang lain melalui tangan.

Presiden Republik Indonesia sudah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada tanggal 31 Maret 2020. Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran No. HK. 02.02/I/385 ke semua Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten untuk secara aktif mencegah penularan Covid-19 melalui gerakan “Masker untuk Semua” dan penyediaan sarana cuci tangan dengan sabun (CTPS).

Saat ini sudah banyak sarana CTPS yang dibuat oleh berbagai lembaga, organisasi dan perusahaan untuk ditempatkan di berbagai fasilitas umum di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama Kota Pangkalpinang ini. Meskipun demikian, sarana tersebut terlihat kurang dipelihara oleh masyarakat, bahkan pengetahuan masyarakat mengenai cara mencuci tangan dengan benar masih rendah.

Secara ilmiah mencuci tangan pakai sabun dan air bersih dan mengalir merupakan cara paling sederhana yang terbukti efektif membantu melindungi diri dari patogen seperti bakteri, virus dan mikroorganisme lainnya yang berbahaya. Namun demikian, masih banyak orang yang sering mengabaikan cara mencuci tangan yang benar, mereka merasa bahwa tangan yang bersih merupakan tangan yang secara kasat mata terbebas dari kotoran.

Sesuai dengan panduan CTPS dari WHO, mencuci tangan pakai sabun dan air bersih dapat mengurangi risiko masuknya virus ke dalam tubuh mengingat:

  1. Tanpa disadari, orang sering menyentuh mata, hidung, dan mulut sehingga dapat menyebabkan virus masuk ke dalam tubuh;
  2. Virus corona dari tangan yang tidak dicuci dapat berpindah ke benda lain atau permukaan yang sering disentuh, seperti pegangan tangga atau eskalator, gagang pintu, permukaan meja, atau mainan, sehingga menimbulkan risiko penyebaran virus kepada orang lain.

Pada tahun 2008, dilakukan penelitian kepada 102 sampel tangan manusia oleh University of Colorado, hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa rata-rata manusia membawa 4.700 bakteri dari 150 spesies berbeda yang dapat bertahan hidup di tangan hingga 3 jam. Bagian tangan seperti sela-sela kuku dan jari seringkali menjadi tempat bersarangnya bakteri, walaupun ada bakteri yang baik untuk tubuh manusia, tapi beberapa kuman yang terdapat di tangan manusia cenderung beresiko serius bagi manusia yang menyebabkan infeksi dan penyakit. Penting diketahui, berjabat tangan juga termasuk media yang paling sempurna untuk menularkan bakteri dan penyakit menular dari satu orang ke orang lain. Hal ini mengacu pada data dari CDC bahwa diperkirakan sekitar 80% kuman penyebab penyakit berbahaya ditularkan melalui kontak melalui tangan (sentuhan manusia ke manusia lainnya).

Cara mencuci tangan yang tepat dilakukan dengan menggunakan sabun dan air bersih mengalir dari keran atau menggunakan timba atau wadah untuk mengalirkan air. Perhatikan pula prinsip-prinsip penting terkait CTPS sebagai berikut:

  1. Mencuci tangan dengan air saja tidaklah cukup untuk mematikan kuman penyebab penyakit.
  2. Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir adalah cara yang paling hemat biaya untuk melindungi kita dari penyakit menular, termasuk Covid-19.
  3. Mencuci tangan pakai sabun selama minimal 40-60 detik dan dengan mengikuti semua langkah yang dianjurkan terbukti efektif mematikan kuman penyakit.
  4. Mencuci tangan pakai sabun dapat efektif bila tersedia sarana CTPS, dilakukan pada waktu-waktu penting, dan dilakukan dengan cara yang benar.

Berikut adalah langkah-langkah cuci tangan dengan sabun yang harus dilakukan:

Selalu menjaga tangan tetap bersih adalah salah satu pertahanan yang dinilai cukup efektif melawan penyebaran infeksi dan penyakit, hal penting selanjutnya adalah mencuci tangan pakai sabun dan air bersih, hal ini sederhana dan mudah dilakukan untuk membuat perubahan besar. Pastikan Anda mencuci tangan dengan benar dengan mengikuti 8 langkah diatas.

Penulis: 
Adiba Fajrina (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)
Sumber: 
Panduan Cuci Tangan Pakai Sabun Kementerian Kesehatan RI

Artikel

• Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes RI - https://tirto.id/gldo
Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes RI, https://www.kompas.com/tren/read/2021
Panduan Cuci Tangan Pakai Sabun Kementerian Kesehatan RI
Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes RI, WHO 202
Direktorat Promkes dan PM. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia - https://tirto.id/gjUZ - https://mediaindonesia.com
01/09/2021 | Ais Moris, S.Kep (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)
12/07/2021 | Rudi Hidayat, S.Kep (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)
03/06/2021 | Rudi Hidayat, S.Kep (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)
08/06/2021 | Rudi Hidayat, S. Kep (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)
26/07/2021 | Adiba Fajrina (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)